Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya, baik itu tentang tulisan review
atau postingan tentang liputan Matt Mulenwerg oleh KOMPAS yang saya tulis kembali. Baiklah kita langsung mulai pembahasan.
Coba ingat-ingat lagi, seberapa seringkah kita menceritakan kembali kepada orang tentang apa yang kita lihat di TV semalam. Tentunya dengan penuh antusias dan mengharapkan perhatian dari lawan bicaranya. Ya..aktivitas itu namanya story teling/ menceritakan kembali.
Lalu bagaimana membuat strory telling pada sebuah tulisan? Terserah medianya apa, mau blog, mading, majalah intern perusahaan atau buletin. Pada dasarnya sama. Ini tipsnya “tulis saja seperti orang berbicara, jangan mengedit tulisan sebelum gagasan di kepala Anda keluar semua”. Masih ingat tentang postingan ini beberapa bulan yang lalu?
O ya, ibarat pemahat patung, tulisan kita juga harus di ukir oleh kata-kata yang artistik agar tulisan review jadi menarik. Bagai mana caranya?
Ini dia, 3 Siasat jitu membuat tulisan review jadi seru :
1. Merubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif.
Ambil contoh seperti ini, kita mereview tulisan koran, disana tertulis “Sichiro Honda telah membuat rancangan motor ciptaannya terlihat elegan ”. Itu kalimat pasif kan? Agar terlihat “lebih hidup” tak ada salahnya menuliskannya seperti : ” … rancangan motornya telah dibuat oleh Sichiro Honda menjadi elegan, tulis koran itu. “..
Disini kita coba konsentrasi pada awalan “me” di rubah menjadi “di”.
Revisi.
Ambil contoh seperti ini, kita mereview tulisan koran, disana tertulis “.. rancangan motornya dibuat oleh Sichiro Honda menjadi elegan”, tulis koran itu. Itu kalimat pasif kan?. Agar terlihat “lebih hidup” tak ada salahnya menuliskannya seperti : .. “Sichiro Honda telah membuat rancangan motor ciptaannya terlihat elegan”.
Disini kita mencoba konsentrasi pada awalan “di” dirubah menjadi “me”.
2. Selingi dengan opini sendiri.
Opini menggambarkan kemampuan kita menguasai permasalahan yang kita tulis. Kredibilitas taruhannya. Walau dalam setiap tulisan hanya terdapat satu opini, tapi opini tersebut telah melukiskan daya analisa kita terhadap topik atau info yang dibaca.
3. Jangan lupa cantumkan sumber tulisannya..
Aturan penulisan tentang menulis sumber tulisan dari orang lain pada blog tak serumit dalam tatacara penulisan karya ilmiah. Tulislah seperti ini,
“..menurut penulisnya dalam harian BERITA, pengguna internet di Indonesia kini tembus pada angka 1 juta perbulannya.”
“..suatu saat nanti Indonesia akan memiliki potensi teknologi yang menyamai dunia barat, tulis Wawan Purnama dalam buku karangannya, “Direktori Internet Indonesia”.
Sebelum ke-tiga siasat jitu ini saya sharing ke pembaca, saya telah mencoba pada postingan terdahulu, walaupun belum sempurna sekali, cara ini telah memancing beberapa komentar yang juga ikut menyumbang opini tentang tulisan yang saya tulis.
Masih ada ide lainnya tentang siasat jitu mebuat tulisan review yang menarik?
Originaly Pic : www.zimbio.com



{ 28 comments… read them below or add one }
tengs mas wawan.
pagi hari dapat sarapan segar.
++++++++++
tambah lagi, tulisan dalam setiap postingan
lebih enak rata kiri dan kanan.
tulisan anda
tulisan anda
==========
blog rekan bisnis | rekanbisnisku.co.cc
Gunakan cara menulis gaya bercakap-cakap.
Itu bisa menimbulkan sensasi kedekatan tersendiri.
Artikel yg bagus Mas Wawan!
@rekanbisnisku Pilih format tulisan baik itu rata kanan, rata kiri atau lainnya itu boleh saja. terserah penulisnya. Tapi Mas Fir, beberapa penulis terkemuka selalu menyarankan tulisan rata kanan juga bisa menghilangkan kebosanan membaca.
Coba buka ebook SMUO lagi, sepertinya format penulisan disitu juga menyarankan rata kiri..
Terimakasih ya Mas Fir..
Saran yang baik Pak Joko..saya suka jenis tulisan yang tata bahasa-nya bercakap-cakap. Pada jenis tulisan itu seolah pembaca menjadi akrab dengan penulisnya.
Terimakasih kunjungannya Pak Joko
ngomong-ngomong tentang bercakap-cakap, saya ada sedikit percakapan nich ama mas Wawan. Dari pertama saya release blog saya, nama Mas Wawan tercantum sebagai motivator, tapi kenapa sampai sekarang nama Madhysta tidak ada di blog mas Wawan yah… hehehehhe…
Wah..sepertinya belum ada request dari Mas Mady..Oh..saya motivator ya.. Terimakasih Mas Mady..tapi saya juga masih saling belajar. Tapi sekali lagi terimakasih..
Monggo.. nama Mas sudah ada disamping..Maklum, teman bloger terlampau banyak..
Nambah dikit mas… saya ambilkan dari buku ‘MENERBITKAN BUKU ITU GAMPANG’
Biar nulis jadi enak sinergikan kedua otak kita (kiri dan kanan).
Waktu menulis pertama kali, pake otak kanan. Biarkan tulisan mengalir. Bila ada hasrat ingin mengedit, lupakan saja karena itu otak kiri minta jatah. Jangan dipedulikan.
Bila tulisan sudah selesai, saatnya mempekerjakan otak kiri untuk melakukan editing total.
Pasti nulisnya lebih enak dan bahasa review lebih mengalir.
dari saya mas
selipkan emosi penulisnya…
saya gak pande review
laporan praktikum pas kuliah aja sering ditanyain “kok kekgini laporannya?”
@Arief Maulana
Boleh juga Mas..bahkan pernah juga monitor saya tutup biar tidak bisa edit tulisan sebelum selesai tulis…Teori itu cukup Ampuh..
@Andika
Sip hampir lengkap deh,kalau nulis pakai emosi wah..serasa yang nulis bukan tangan..
@Cengkunek
Wah, kalau soal praktikum kuliah sih itu urusan teknis Mas. Sudah baku. Ga bisa di ganggu gugat lagi. Saya juga bisa mondar-mandir untuk urusan yang itu. Coba lap praktikum-nya seperti nulis blog. Pasti Luancarrrr…
Pake blog Detik neh.. Ups dah terlanjur nulis “Mas” Maaf Bang..Terimakasih sudah mampir
@Wawan Purnama
oh begitu ya. jadi tidak perlu mengindahkan rata kiri or rata kanan ya.(atau emang bergantung pada penulisnya).
blog rekan bisnis | rekanbisnisku.co.cc
Hallo Mas Wawan, saya koreksi dikit ya… Point 1 sepertinya terbalik, merubah kalimat aktif (me) menjadi kalimat pasif (di).
Artikelnya suatu masukan bagus nih dan memang mengarah ke copywriting.
Pu pha man, ca pha can akhirnya terbit Mas, monggo disimak…simpel tapi insya Allah manfaat.
Betul mbak yanti mas.. Merubah kalimat aktif menjadi pasif.. me dirubah di. Yo wis lah.. tai aku sih mas, sebenarnya kita baca aja artikel yang mau direview terus kita ambil poinnya. Habis itu mengarang bebas he..he..Blog Bisnis Online
Terimakasih untuk Mas Zams dan Bu Yanti..koreksinya telah memperjelas pembaca blog ini.. Sudah saya koreksi, memang sebenarnya “di” menjadi “me”..
sep msukan dan infrmasinya…
kalau saya sih lebh suka ngalir aja, jadi apa yg ada di kepala saya coba tuliskan… jdi enjoy aja gitu nulisnya…
mngkin gaya mnulis tiap orang beda2 kali yak… But tipsnya oke bnget mas, salut…
@Ardy Pratama
bisa jadi berbeda2 Mas. Tapi ya itu tadi..kita semua juga mengharapkan bisa menuangkan apa yang ada dikepala layaknya air yang mengalir. Semoga tips ini membantu blogger yang kesulitan membuat tulisan di blog.Terimakasih kinjungannya Mas..
posting ini memberi pelajaran dalam meriview dan posting ne
makasi2
tambah ilmu lagi sayah
Kalo saya nulis review memang selalu saya selipkan opini saya. Tapi kemudian, saya tantang pembaca juga buat kasih opini balik. Misalnya saya nulis, “Visual effect film James Bond ini terlampau dibuat-buat. Atau kalian yang nontonnya senang adegannya kayak gini?” Itu mampu menarik pembaca buat berpikir lebih dalam dan terdorong untuk mengamini atau kontra menyanggah author-nya. Tapi intinya, review-nya jadi punya nilai tambah karena merangsang interaksi..
@Vicky Laurentina
Itu namanya strategi provokasi..cara yang manjur untuk memancing interaksi pembaca blog dengan penulisnya..
Selamat bertugas di pedalaman ya Bu Dokter…
Terimakasih kunjungannya..
@andriristiawan
Bagi-bagi ilmu Man Andri..Terimakasih kunjungannya..
Hi Friend.. Interesting post..Keep up the good work.. Do visit my blog and post your comments.. take care mate.. Cheers!!!
Hi Sriram from India..you can’t find english language at this blog..for the first time i just promote my blog to Indonesia local area only. Sory for this convenion..
I hope we can make friendship at blogsphere..
Regard,
Wawan Purnama
@Wawan Purnama
hihhihi…. makasih mas…. jadi malu… hik..hik…
wow nice post…
thanks 4 share….
Thank’s banget nih, paling tidak ada sudah tambahan ilmu dan wawasan yang kita dapat… jadi lebih termotivasi
Sekedar Sharing Mas Yudi..