Akhir minggu saya merasa panduan teknis yang saya jelaskan secara lisan tidak terlalu efektif. Saya coba menerangkan beberapa panduan menghapus, mengupdate virus dengan anti virus gratisan, mendownload video, sampai pada cara penggunaan“Payroll Software Garment System” yang baru saja selesai. O iya, bila belum ada yang tahu profesi saya, silahkan lihat profile saya disini.
Awalnya saya mengira penjelasan saya itu cukup dimengerti oleh custumer saya. Tapi nyatanya tidak.
Walaupun awalnya mereka mengangguk pertanda paham, tapi setelah berselang beberapa waktu kemudian bertanya lagi pada saya via telpon atau YM.
Saya mulai berfikir, ternyata panduan lisan saya tentang hal-hal yang baru bagi mereka tidak efektif. Secara spontan saya berinisiatif membuatkan panduan langkah ini-itu sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan dengan bantuan “print screen”.
Ternyata hasilnya efektif. Panduan tersebut cukup dibaca beberapa kali saja oleh costomer saya tadi, selebihnya mereka hafal dengan sendirinya.
Kesimpulan yang bisa saya ambil dari proses komunikasi lisan dan tulisan dalam hal teknis ternyata lebih efesien menggunakan tulisan. Apa sebabnnya?
- Tulisan bersifat permanen. Bisa dibaca kapan waktu.
- Tulisan lebih mudah menarik konsentarsi pembaca. Karena pembaca melakukannya dengan sukarela (membaca panduan misalnya)
Balik lagi ke soal penggunaan copywriting dalam pembuatan tag peringatan. Sekedar mengulang kembali, saya membaca sebuah buku di toko buku tentang tulisan pada papan peringatan di jalan raya kota Texas.
“Maksimum kecepatan 60 KM/jam“.. peringatan ini tidak efektif. Masih banyak pengemudi yang mabuk dan mengendarai mobil diatas kecepatan itu Pemerintah setempat membuat ulang tulisan itu menjadi “Kecepatan diatas 60 Km/jam akan dikenakan denda $ US 100.000,-”
Ternyata berhasil..angka kecelakaan di jalan raya tersebut berkurang hingga 80%.
Wah..ternyata tulisan mengandung arti pskologis yang luas ya..




{ 28 comments… read them below or add one }
Wah Mas Wawan, saya langsung klik profil sampeyan. Tidak ada yang dapat saya ucapkan selain “A great profile”
Sukses ya, lama tidak saling berkunjung karena kesibukan masing-masing.
Sukses selalu mas wawan, saya bersyukur dpat berkenalan dengan mas, apa yang mas tulis sangat bermanfaat dan mengisnpirasi saya untuk terus berbuat dan maju.. Semoga proyek UKMnya berhasil amien
@sumartono
Ah..itu hanya profile standar. Mas Sumartono pun pasti memiliki pengalaman lebih dari itu.
Maklum mas..”nyawa” saya belum full di Blogsphere..
@zams
Saling menginspirasi ya Mas..Terimakasih..amien..
Mas Wawan tidak usah berceritapun, tulisan anda sudah bercerita banyak sekali dan sudah menceritakan bagaimana dan siapa anda sebenarnya. Luar biasa mas, tulisan sampeyan sederhana tapi sangat dalam. Inspiratif dan bermakna.
==========
Salam sukses
saya tahu setelah membaca tulisan dari emas
byme salam kenal
bener mas wan karna dalam bentuk tulisan kita juga bisa lebih banyak dan lebih mendalam mengupas apa yang akan kita muat.dan pembaca juga akan lebih tau makna tulisan juga artikel yang kita sampaikan.salam sukses
http://www.wantduit.blogspot.com
akur Mas. saya beberapa kali kebentur dengan kasus seperti ini. akhirnya dari pada repot saya memilih untuk menuliskan ja apa yang harus dilakukan detail. pilihan saya nggak salah. karna di lain waktu tulisan itu bisa saya manfaatkan untuk klien yang lain.
penulis yang baik belum tentu bisa berbicara dengan baik pula dan begitu pula sebaliknya ….
“Maksimum kecepatan 60 KM/jam“.. peringatan ini tidak efektif.
kata-kata ini biasanya digunakan untuk memunculkan peraturan lanjutan, maka jika tidak di indahkan muncullah———– yang dibawah ini….
Masih banyak pengemudi yang mabuk dan mengendarai mobil diatas kecepatan itu Pemerintah setempat membuat ulang tulisan itu menjadi “Kecepatan diatas 60 Km/jam akan dikenakan denda $ US 100.000,-”
toh dua2nya tulisan bukan lisan kan.
inilah cara untuk mempublikasikan peraturan dengan bertahap…
agar dendanyapun berangsur naik… inilah kehidupan nyata…
bagai mana dengan “CARA MENGAJARI ANAK AYAM MENARI” lama ne nda mampir salam fantastc
@SUGIANA
Duh..terimakasih pujiannya. Tapi “pujian” saya anggap telur di ujung tanduk. Seram Kan?
@byme
Maksudnya tinta emas? kalau itu sih trik visual Mas..
@onabunga
Sip..Mbak ona punya pengalaman seperti itu juga toh..
@joe
Bisa saja pendapat Mas Joe benar. Tapi banyak juga orang yg memiliki talenta kedua-duanya secara baik. Alm Bung Karno Misalnya..
@keberuntungan
Duh pasti capek ya mas..ngajarin orang aja susah.. :)
Hai..mas, makasih komentnya….mo tanya nih? tehnik nulis opera apa sama dengan nulis drama gitu? mohon sarannya ye…:)
@MemeY
Sejujurnya nih Mer, saya belum pernah menulis drama atau opera. Tapi kalau lihat orang buat dan bertanya bagaimana bisa membuat skrip darama yang bagus saya pernah. Dia jawab begini “Menulis itu ndak susah kok Mas Wawan, lagi pula yang nulis itu imajinasi liar saya, bukan tangan saya, bahkan saya sendiri ndak bisa menghentikan tangan saya sewaktu menulis. Saya biarkan otak berimajinasi dan bekerjasama dengan tangan untuk menulis..”
walopun sudah dibuatkan blog khusus paypal dan vcc, masih aja ada orang yang males baca…
gimana solusi nya sih?
nice post…. semangat trus broe
saya kutip ulang ….“Maksimum kecepatan 60 KM/jam“.. peringatan ini tidak efektif…. dibubah menjadi “Kecepatan diatas 60 Km/jam akan dikenakan denda $ US 100.000,-”
angka kecelakaan di jalan raya berkurang hingga 80%.
tulisan memeng bisa menggantikan bahasa lisan yang kurang baik. memang ada ilmunya mas wawas. namanya ergonomi kognisi.. kalau kasusnya seperti yang diatas, itu efek psikologis terhadap si pembaca memang sangat pengaruh. secara kognisi kata “dikenakan denda $ US 100.000,-” itu yang jadi sebuah perubahan.
sama halnya bahasa lisan yang ditulis di dalam sebuah standar operating prosedur (SOP)..
TOP slogan “Make Branding by Blogging”, itu juga contoh lisan yang di buat tulisan… trims neeh mas… Sukses…
bagaimana dengan yang ini….salam fantastic
Itu betul mas, tapi hati2 pula karena kadang bahasa tulisan pun kurang edektif apalagi kalo qta ga pernah terbiasa menulis bisq2 salah persepsi si pembacanya.
@mashengky
Saya sendiri ngerasa “melek” PP & VCC dari blog nya Mas. Tepatnya bukan Males Baca kali Mas. Tapi kebutuhan transaksinya belum sampai kesana.
Sabar Mas. Tulisan mas hengy sudah bisa dipahami. andaikan ada data tentang berapa banyak orang yang tau tentang PP&VCC, Pasti blog Mas yg punya andil besar dalam peyebaran info PP & VCC
@Boy Macklin
Membangun branding dari aktivitas blogging ternyata menantang sekaligus belajar hal-hal baru tentang internet.
Terimakasih kunjungannya Mas Boy. Sukses untuk Produk online-nya di http://www.onbuk.com
@prapti
Apapun kalau salah semuanya pasti berbahaya Mbak Prapti..
Terimakasih kunjungannya..semoga kerasan..
matur suwun mas, a great pokok nya. bener itu, saya pernah mengalaminya, saat chat sama temen eh yang didapat uring2an gara-gara salah ketik (tata bahasa), akhirnya sekarang lebih berhati2 dahh……
@ipeh, apalagi klo ada yg Ge-eR..tambah repot ya.. haha