Tahukah Anda Tulisan Bisa Menggantikan Bahasa Lisan Yang Kurang Baik?

by Wawan Purnama on 8 March 2009

tahukah-anda-tulisan-bisa-menggantikan-bahasa-lisan-yang-kurang-baikAkhir minggu saya merasa panduan teknis yang saya jelaskan secara lisan tidak terlalu efektif. Saya coba menerangkan beberapa panduan menghapus, mengupdate virus dengan anti virus gratisan, mendownload video, sampai pada cara penggunaan“Payroll Software Garment System” yang baru saja selesai. O iya, bila belum ada yang tahu profesi saya, silahkan lihat profile saya disini.

Awalnya saya mengira penjelasan saya itu cukup dimengerti oleh custumer saya. Tapi nyatanya tidak.

Walaupun awalnya mereka mengangguk pertanda paham, tapi setelah berselang beberapa waktu kemudian bertanya lagi pada saya via telpon atau YM.

Saya mulai berfikir, ternyata panduan lisan saya tentang hal-hal yang baru bagi mereka tidak efektif. Secara spontan saya berinisiatif membuatkan panduan langkah ini-itu sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan dengan bantuan “print screen”.

Ternyata hasilnya efektif. Panduan tersebut cukup dibaca beberapa kali saja oleh costomer saya tadi, selebihnya mereka hafal dengan sendirinya.

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari proses komunikasi lisan dan tulisan dalam hal teknis ternyata lebih efesien menggunakan tulisan. Apa sebabnnya?

  • Tulisan bersifat permanen. Bisa dibaca kapan waktu.
  • Tulisan lebih mudah menarik konsentarsi pembaca. Karena pembaca melakukannya dengan sukarela (membaca panduan misalnya)

Balik lagi ke soal penggunaan copywriting dalam pembuatan tag peringatan. Sekedar mengulang kembali, saya membaca sebuah buku di toko buku tentang tulisan pada papan peringatan di jalan raya kota Texas.

“Maksimum kecepatan 60 KM/jam“.. peringatan ini tidak efektif. Masih banyak pengemudi yang mabuk dan mengendarai mobil diatas kecepatan itu Pemerintah setempat membuat ulang tulisan itu menjadi “Kecepatan diatas 60 Km/jam akan dikenakan denda $ US 100.000,-”

Ternyata berhasil..angka kecelakaan di jalan raya tersebut berkurang hingga 80%.

Wah..ternyata tulisan mengandung arti pskologis yang luas ya..

Related Post

{ 28 comments… read them below or add one }

sumartono March 9, 2009 at 8:55 am

Wah Mas Wawan, saya langsung klik profil sampeyan. Tidak ada yang dapat saya ucapkan selain “A great profile”
Sukses ya, lama tidak saling berkunjung karena kesibukan masing-masing.

Reply

zams March 9, 2009 at 10:36 am

Sukses selalu mas wawan, saya bersyukur dpat berkenalan dengan mas, apa yang mas tulis sangat bermanfaat dan mengisnpirasi saya untuk terus berbuat dan maju.. Semoga proyek UKMnya berhasil amien

Reply

Wawan Purnama March 10, 2009 at 9:03 am

@sumartono
Ah..itu hanya profile standar. Mas Sumartono pun pasti memiliki pengalaman lebih dari itu.
Maklum mas..”nyawa” saya belum full di Blogsphere..

Reply

Wawan Purnama March 10, 2009 at 9:40 am

@zams
Saling menginspirasi ya Mas..Terimakasih..amien..

Reply

SUGIANA March 10, 2009 at 10:31 pm

Mas Wawan tidak usah berceritapun, tulisan anda sudah bercerita banyak sekali dan sudah menceritakan bagaimana dan siapa anda sebenarnya. Luar biasa mas, tulisan sampeyan sederhana tapi sangat dalam. Inspiratif dan bermakna.
==========
Salam sukses

Reply

byme March 11, 2009 at 7:34 am

saya tahu setelah membaca tulisan dari emas
byme salam kenal

Reply

imam iftihar March 11, 2009 at 11:03 am

bener mas wan karna dalam bentuk tulisan kita juga bisa lebih banyak dan lebih mendalam mengupas apa yang akan kita muat.dan pembaca juga akan lebih tau makna tulisan juga artikel yang kita sampaikan.salam sukses

http://www.wantduit.blogspot.com

Reply

onabunga March 13, 2009 at 6:18 pm

akur Mas. saya beberapa kali kebentur dengan kasus seperti ini. akhirnya dari pada repot saya memilih untuk menuliskan ja apa yang harus dilakukan detail. pilihan saya nggak salah. karna di lain waktu tulisan itu bisa saya manfaatkan untuk klien yang lain.

Reply

joe March 13, 2009 at 9:59 pm

penulis yang baik belum tentu bisa berbicara dengan baik pula dan begitu pula sebaliknya ….

Reply

dadang firdaos March 13, 2009 at 11:58 pm

“Maksimum kecepatan 60 KM/jam“.. peringatan ini tidak efektif.
kata-kata ini biasanya digunakan untuk memunculkan peraturan lanjutan, maka jika tidak di indahkan muncullah———– yang dibawah ini….

Masih banyak pengemudi yang mabuk dan mengendarai mobil diatas kecepatan itu Pemerintah setempat membuat ulang tulisan itu menjadi “Kecepatan diatas 60 Km/jam akan dikenakan denda $ US 100.000,-”

toh dua2nya tulisan bukan lisan kan.
inilah cara untuk mempublikasikan peraturan dengan bertahap…
agar dendanyapun berangsur naik… inilah kehidupan nyata…

Reply

keberuntungan March 15, 2009 at 5:03 pm

bagai mana dengan “CARA MENGAJARI ANAK AYAM MENARI” lama ne nda mampir salam fantastc

Reply

Wawan Purnama March 19, 2009 at 11:35 am

@SUGIANA
Duh..terimakasih pujiannya. Tapi “pujian” saya anggap telur di ujung tanduk. Seram Kan?

Reply

Wawan Purnama March 19, 2009 at 12:02 pm

@byme
Maksudnya tinta emas? kalau itu sih trik visual Mas..

Reply

Wawan Purnama March 19, 2009 at 7:10 pm

@onabunga
Sip..Mbak ona punya pengalaman seperti itu juga toh..

Reply

Wawan Purnama March 19, 2009 at 7:12 pm

@joe
Bisa saja pendapat Mas Joe benar. Tapi banyak juga orang yg memiliki talenta kedua-duanya secara baik. Alm Bung Karno Misalnya..

Reply

Wawan Purnama March 19, 2009 at 7:21 pm

@keberuntungan
Duh pasti capek ya mas..ngajarin orang aja susah.. :)

Reply

MemeY March 20, 2009 at 1:27 pm

Hai..mas, makasih komentnya….mo tanya nih? tehnik nulis opera apa sama dengan nulis drama gitu? mohon sarannya ye…:)

Reply

Wawan Purnama March 20, 2009 at 3:37 pm

@MemeY
Sejujurnya nih Mer, saya belum pernah menulis drama atau opera. Tapi kalau lihat orang buat dan bertanya bagaimana bisa membuat skrip darama yang bagus saya pernah. Dia jawab begini “Menulis itu ndak susah kok Mas Wawan, lagi pula yang nulis itu imajinasi liar saya, bukan tangan saya, bahkan saya sendiri ndak bisa menghentikan tangan saya sewaktu menulis. Saya biarkan otak berimajinasi dan bekerjasama dengan tangan untuk menulis..”

Reply

mashengky March 21, 2009 at 9:34 am

walopun sudah dibuatkan blog khusus paypal dan vcc, masih aja ada orang yang males baca…

gimana solusi nya sih?

Reply

wahyu March 21, 2009 at 4:58 pm

nice post…. semangat trus broe

Reply

Boy Macklin March 21, 2009 at 11:15 pm

saya kutip ulang ….“Maksimum kecepatan 60 KM/jam“.. peringatan ini tidak efektif…. dibubah menjadi “Kecepatan diatas 60 Km/jam akan dikenakan denda $ US 100.000,-”

angka kecelakaan di jalan raya berkurang hingga 80%.

tulisan memeng bisa menggantikan bahasa lisan yang kurang baik. memang ada ilmunya mas wawas. namanya ergonomi kognisi.. kalau kasusnya seperti yang diatas, itu efek psikologis terhadap si pembaca memang sangat pengaruh. secara kognisi kata “dikenakan denda $ US 100.000,-” itu yang jadi sebuah perubahan.
sama halnya bahasa lisan yang ditulis di dalam sebuah standar operating prosedur (SOP)..

TOP slogan “Make Branding by Blogging”, itu juga contoh lisan yang di buat tulisan… trims neeh mas… Sukses…

Reply

TUHAN INILAH PROPOSAL HIDUPKU~~ March 22, 2009 at 7:45 pm

bagaimana dengan yang ini….salam fantastic

Reply

prapti March 23, 2009 at 5:58 pm

Itu betul mas, tapi hati2 pula karena kadang bahasa tulisan pun kurang edektif apalagi kalo qta ga pernah terbiasa menulis bisq2 salah persepsi si pembacanya.

Reply

Wawan Purnama March 24, 2009 at 11:45 am

@mashengky
Saya sendiri ngerasa “melek” PP & VCC dari blog nya Mas. Tepatnya bukan Males Baca kali Mas. Tapi kebutuhan transaksinya belum sampai kesana.

Sabar Mas. Tulisan mas hengy sudah bisa dipahami. andaikan ada data tentang berapa banyak orang yang tau tentang PP&VCC, Pasti blog Mas yg punya andil besar dalam peyebaran info PP & VCC

Reply

Wawan Purnama March 26, 2009 at 8:11 am

@Boy Macklin
Membangun branding dari aktivitas blogging ternyata menantang sekaligus belajar hal-hal baru tentang internet.

Terimakasih kunjungannya Mas Boy. Sukses untuk Produk online-nya di http://www.onbuk.com

Reply

Wawan Purnama March 26, 2009 at 8:13 am

@prapti
Apapun kalau salah semuanya pasti berbahaya Mbak Prapti..

Terimakasih kunjungannya..semoga kerasan..

Reply

ipeh July 2, 2010 at 3:07 pm

matur suwun mas, a great pokok nya. bener itu, saya pernah mengalaminya, saat chat sama temen eh yang didapat uring2an gara-gara salah ketik (tata bahasa), akhirnya sekarang lebih berhati2 dahh……

Reply

Wawan Purnama July 5, 2010 at 12:08 pm

@ipeh, apalagi klo ada yg Ge-eR..tambah repot ya.. haha

Reply

Leave a Comment

Previous post:

Next post: